KEWAJIBAN UKHTI TERHADAP ANAKNYA

Bersyukur kepada Allah Atas Kelahirannya
Puisi Khalil Gibran berikut mungkin dapat merangkum semua penjelasan:
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah putra-putri yang merindukan kehidupan
Mereka datang melaluimu tetapi bukan darimu
Meskipun mereka bersamamu,namun mereka bukanlah milikmu
Engkau dapat memberi cintamu tetapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran sendiri
Engkau dapat mengurung tubuh mereka di rumah
tapi bukan jiwa mereka


“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah  suatu dosa besar.” (Q.S Al-Isra’: 31)
Melaksanakan Beberapa Hal yang Masyru’ Pasca Kelahirannya
Ada 6 hal yang dilakukan kepada anak dalam pekan pertama kelahiran, antara lain:
  1. Adzan di telinga kanan sang anak begitu keluar dari perut ibu
  2. Iqamah diperdengarkan setelah adzan di telinga kiri anak
  3. Tahnik atau mengoleskan kurma yang sudah dilumatkan ke dalam romgga mulut bayi
  4. Aqiqah atau menyembelihkan kambing sebagai syukuran akan kelahiran sang anak, yang dilakukan pada hari ke-7, ke-14, atau hari ke-21. Setelah menyembelih kambing, dilakukan pencukuran rambut, lalu berat badan ditimbang. Lalu, dibelikan emas atau perak seberat rambut itu kemudian nilainya disedekahkan kepada fakir miskin
  5. Memberi nama
  6. Khitan
Menyusui Hingga Genap 2 Tahun
Seperti firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah 233
“Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan…”
Mendidik dengan Didikan yang Baik
Pendidikan apa saja yang harus diberikan kepada anak?
  1. Pendidikan Spiritual
  2. Pendidikan Intelektual
  3. Pendidikan Perasaan
  4. Pendidikan Moral
  5. Pendidikan Kesehatan dan Kebersihan
  6. Pendidikan Kedisiplinan dan Kemandirian
Pendidikan tersebut tidak akan berhasil tanpa keteladanan dari orang tua. Setelah keteladanan, hal lain yang penting adalah membiasakan anak-anak untuk menjalani ‘training’ awal kehidupan. Selanjutnya, adalah memberikan perhatian kepada anak. Setiap anak ingin diperhatikan dan disayangi orang tuanya. Strategi lainnya adalah dengan mendidik anak dengan reward and punishment, hadiah dan hukuman. Metode pemberian hukuman dilakukan secara bertahap dan tidak membahayakan anak. Terakhir dan sangat urgent adalah pendidikan dengan doa. Seperti doa yang dicontohkan Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam Q.S. Ibrahim 35-41:
“Wahau tuhan kami, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan jauhkan aku beserta anak-cucuku dari menyembah berhala…Wahai tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak ada tanam-tanaman  di dekat rumah-Mu yang suci. Wahai tuhan kami, agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rizqi dari buah-buahan; mudah-mudahan mereka bersyukur.”

0 comments:

Poskan Komentar